MIRIS !!!, 76 Tahun Indonesia Merdeka,
Nenek 71 Tahun Tak Pernah Merasakannya

  • Whatsapp
banner 468x60

OGAN ILIR,LS – Sudah 76 Tahun Indonesia Merdeka, tepatnya 17 Agustus 2021, seluruh warga Negara Indonesia antusias dan bergembira merayakannya,.

Tapi semua itu tidak berlaku bagi seorang Nenek  warga Desa Suka Mulia, Kec Indralaya Utara, Kab Ogan Ilir,
Sutini (71)th, yang biasa akrab dipanggil mbah Tini, sampai saat ini bisa jauh dari kata Merdeka, karena di usianya yang sudah lanjut, dirinya masih berjuang menjadi buruh upah mencabut ubi dari petani sekitar rumahnya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari dengan upah yang tidak seberapa.

Sungguh Miris dengan Realita yang ada, disaat pemerintah menggelontorkan Banyak Bantuan terutama Program Bantuan PKH Untuk warga yang kurang mampu.

Ketika kami temui dirumahnya Mbah Tini mengungkapkan dirinya sudah 14 tahun berdomisili di Desa Suka Mulia sampai saat ini tidak satupun pihak pemerintah baik  Desa maupun Kecamatan  yang mendata dirinya terkait dengan bantuan pemerintah baik itu PKH ataupun bantuan lainya.

Mbah Tini berharap kedepan bisa mendapatkan PKH, karena bisa membantu membiayai untuk kebutuhan sehari hari.

Mbah Tini juga mengaku pernah beberapa kali mengajukan usulan ke Pemerintahan Desa setempat agar bisa mendapatkan PKH tapi sampai saat ini belum ada kabar,

Hal yang sama juga dirasakan oleh warga lainnya, Susanti (39)thn, dirinya mengaku selama tinggal di Desa Suka Mulia tidak pernah satupun mendapatkan bantuan dari pemerintah baik bansos tunai, BLT DD terdampak Covid19 hingga PKH, padahal dirinya mengaku kalau dirinya layak untuk mendapatkan bantuan PKH, dikarenakan selain mempunyai anak yang masih menyusui juga anak yang masih sekolah.

Mengetahui hal ini Kepala Desa Suka Mulia ARIFIN, mengatakan kalau dirinya sudah  sekuat tenaga memperjuangkan warga nya yang layak menerima PKH dengan mengirim kan data terbaru ke Dinsos Ogan Ilir, tapi sampai saat ini masih belum ada pemberitahuan lebih lanjut, terakhir kita mengajukan data warga terbaru ke dinsos tahun kemarin.

Untuk warga yang layak mendapatkan bantuan tapi belum juga masuk, Kades hanya berucap SABAR.

Kades juga menyayangkan kalau selama ini dirinya hanya menerima data warganya   yang menerima PKH dari Dinsos, dalam hal ini Dinsos Ogan Ilir,
Sebab data yang diterima tidak sama dengan yang kami ajukan, kami mengetahui  data  Dinsos itu apakah  malalui pendataan langsung ke warga atau tidak, karena selama ini belum ada pihak dari Dinsos turun ke desa datang untuk mendata/verifikasi warga kami,
Tiba tiba pihak Dinsos mengatakan “ini pak kades data warga  yang dapat bantuan PKH” ungkapnya kades.

Terpisah Koordinator Kecamatan (Korcam) PKH Indralaya Utara Bapak Efran yang kami hub melalui seluler mengatakan, kalau Pendamping cuma berwenang  mendampingi warga yang sudah terdaftar menjadi anggota PKH saja, dan tidak ada wewenang kami selaku pendamping
PKH untuk memasukan warga agar dapat menerima bantuan, dan perlu di ketahui agar warga bisa mendapatkan bantuan  PKH,warga tersebut harus terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Dinas Sosial, data ini pun di dapat dari desa yang akan mengajukan warganya agar mendapatkan Bantun PKH yang diambil melalui hasil MusDes dan di daftarkan ke Dinsos, data yang sudah di ajukan belum tentu bisa langsung masuk mendapatkan bantuan karena harus menunggu antrian. Selain itu untuk memperjelas  bagi warga yang ingin  mendapatkan Bantuan  PKH agar mengajukan di Pemerintahan desa masing masing,.

Saat berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak Dinsos Ogan Ilir, dikarenakan sedang dinas diluar kota, ungkap salah satu stafnya M.Basit,Sip.Msi saat di temui Wartawan lintassumsel.com. ( Kut)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *