Menjemput Berkah di Bulan Suci: Pesantren Ramadan Hidupkan Spiritualitas Warga Binaan Lapas Tanjung Raja

banner 468x60

Tanjung Raja – lintassumsel.com_Memasuki pertengahan Ramadhan 1447 H, suasana pembinaan keagamaan bagi warga bibaan melalui progam Pesantren Ramadhan di Lapas Tanjung Raja semakin terasa khusyuk dan penuh semangat. Kegiatan pesantren ramadhan yang telah memasuki hari ke-7 di bulan suci Ramadan ini menjadi momentum memperdalam ilmu agama sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan, Selasa (03/03).

 

Pada kajian hari ini, materi yang disampaikan berfokus pada pembahasan seputar puasa di bulan Ramadan, mulai dari keutamaan puasa, syarat dan rukun, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga hikmah yang terkandung di dalamnya. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap penjelasan, menyimak dengan serius serta aktif dalam sesi tanya jawab. Tidak sedikit warga binaan yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai persoalan ibadah yang mereka alami sehari-hari.

Program Pesantren Ramadan ini direncanakan berlangsung selama 11 hari, dengan menghadirkan berbagai materi pelajaran keislaman seperti fiqih ibadah, akhlak, tadabbur Al-Qur’an, serta motivasi hijrah dan perbaikan diri. Materi disampaikan secara bergantian oleh para ustaz yang kompeten di bidangnya, di antaranya Ustaz Islahudin, Ustaz Yusril, Ustaz Robiansyah, Ustaz Hazirin, dan Ustaz Sabriadi Untung.

 

Kehadiran para pemateri tersebut memberikan pemahaman yang komprehensif serta pendekatan yang berbeda-beda, sehingga suasana pembelajaran tetap dinamis dan tidak monoton.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan tadarus Al-Qur’an bersama, salat berjamaah, serta pembinaan karakter melalui diskusi kelompok kecil. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sekaligus mempererat ukhuwah di antara sesama warga binaan.

 

Kepala Lapas Tanjung Raja, Yhoga Aditya Ruswanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian yang berkelanjutan. Melalui Pesantren Ramadan, diharapkan nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan tidak hanya berhenti selama bulan suci, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Dengan suasana yang penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, Pesantren Ramadan di Lapas Tanjung Raja menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembangunan mental, spiritual, dan moral warga binaan menuju pribadi yang lebih baik dan produktif.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *