OKI, lintassumsel.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai berdampak terhadap jarak pandang pengguna jalan.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres OKI. Pengendara diminta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi ketika melintasi ruas jalan yang terdampak kabut asap.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasat Lantas Polres OKI AKP Oke Panji Wijaya, S.H., M.Si., CPHR, CBA. mengimbau seluruh masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar tidak ngebut, terutama saat kondisi jarak pandang terganggu akibat asap Karhutla. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman dan selalu waspada terhadap kondisi di depan kendaraan,” ujar Oke Panji saat dikonfirmasi Wartawan, Senin (24/8).
Menurutnya, kabut asap dapat membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan apabila pengendara tetap mempertahankan kecepatan tinggi.
Dengan jarak pandang yang terbatas, pengendara bisa terlambat mengetahui keberadaan kendaraan lain, hambatan di jalan, maupun perubahan kondisi lalu lintas di depannya.
“Kecepatan harus disesuaikan dengan kondisi jalan dan jarak pandang. Jangan memaksakan diri untuk melaju cepat ketika pandangan terbatas,” tegasnya.
Selain memberikan imbauan, jajaran Satlantas Polres OKI juga mengambil langkah preventif dengan memasang banner peringatan di sejumlah titik jalan yang berpotensi terdampak kabut asap.
Banner tersebut dipasang untuk mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan yang diselimuti asap akibat Karhutla.
Pesan keselamatan yang disampaikan melalui banner tersebut diharapkan dapat langsung menjadi perhatian pengguna jalan, khususnya pengendara yang melintas pada pagi maupun malam hari ketika kondisi jarak pandang dapat semakin terbatas.
Oke Panji menambahkan, pengendara juga diminta menjaga jarak dengan kendaraan di depan, tidak melakukan aksi saling mendahului secara sembarangan dan tetap fokus selama perjalanan.
“Jangan sampai karena ingin cepat sampai, keselamatan justru dipertaruhkan. Lebih baik memperlambat kendaraan daripada mengambil risiko kecelakaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan.
Terlebih ketika melintasi kawasan yang terdampak asap, kewaspadaan harus ditingkatkan karena kondisi jalan dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Keselamatan adalah yang utama. Kalau jarak pandang sudah terganggu, pelankan kendaraan. Jangan ngebut dan jangan memaksakan diri,” pungkas Kasat Lantas Polres OKI.
Langkah pemasangan banner dan imbauan langsung kepada masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres OKI untuk mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara di tengah kondisi kabut asap Karhutla. (Eka)










