Prabumulih, 30 Juni 2026_lintasumsel.com — Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih dalam rangka memperoleh informasi terkait kontribusi dividen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), perkembangan penyaluran kredit produktif kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta strategi mitigasi risiko kredit yang diterapkan oleh pihak bank.
Berdasarkan hasil kunjungan, Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih dinilai menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Hal ini tercermin dari meningkatnya nilai dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kota Prabumulih pada tahun 2025, sehingga tetap memberikan kontribusi positif terhadap PAD.

Di sisi lain, Bank Sumsel Babel juga terus memperkuat fungsi intermediasi perbankan melalui penyaluran kredit produktif, khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi salah satu porsi terbesar dalam pembiayaan UMKM. Upaya ini dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan sektor riil serta pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil di daerah.
Dari aspek pengelolaan risiko kredit, kualitas kredit Bank Sumsel Babel Cabang Prabumulih masih berada dalam kategori sehat. Meskipun rasio Non Performing Loan (NPL) mengalami kenaikan tipis menjadi 1,56 persen, angka tersebut masih berada jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator.

Bank Sumsel Babel menerapkan sejumlah langkah mitigasi risiko kredit, antara lain melalui analisis kelayakan kredit secara komprehensif, penerapan sistem penilaian risiko atau credit scoring berbasis data, serta monitoring kredit secara berkelanjutan setelah kredit disalurkan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas aset produktif, mempertahankan tingkat kesehatan bank, dan memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan secara berkelanjutan.
Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan merekomendasikan agar Bank Sumsel Babel terus meningkatkan kinerja usaha sehingga kontribusi dividen terhadap PAD dapat semakin optimal. Selain itu, penyaluran kredit produktif kepada sektor UMKM juga perlu terus diperluas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Komisi III juga mendorong agar strategi mitigasi risiko kredit terus diperkuat, terutama melalui analisis kelayakan usaha, penerapan credit scoring, serta pengawasan pasca penyaluran kredit. Hal ini penting untuk menjaga rasio NPL tetap berada pada level yang sehat.
Selain itu, Bank Sumsel Babel diharapkan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM agar akses terhadap pembiayaan formal semakin luas dan mampu mendorong peningkatan kapasitas usaha masyarakat.
Melalui kunjungan kerja ini, Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan menegaskan pentingnya peran Bank Sumsel Babel sebagai lembaga keuangan daerah dalam mendukung peningkatan PAD, penguatan UMKM, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan.(hr)










