Kolaborasi Tekan Karhutla, Pemkab OKI Gandeng Forjubes dan PT OKI Pulp Bangun Demplot

banner 468x60

Kayuagung, lintassumsel.com– Gagasan pemanfaatan lahan gambut melalui pembangunan demplot pertanian terpadu sebagai upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus menunjukkan perkembangan positif.

 

Pemerintah Kabupaten OKI bersama sejumlah pemangku kepentingan sepakat mendukung pembangunan demplot budidaya nanas, kopi liberika, dan pinang di kawasan Sepucuk.

 

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda OKI, Senin (15/6/2026). Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi Forum Jurnalis Bende Seguguk (FORJUBES) dengan Bupati OKI pada 5 Januari 2026 terkait pemanfaatan lahan gambut sebagai kawasan produktif sekaligus langkah pencegahan karhutla.

Rapat dilaksanakan berdasarkan Undangan Nomor 500.17.3.1/972/Dispertan/2026 yang ditandatangani Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Alamsyah.

 

Hadir dalam rapat tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten OKI, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten OKI Alexander SP MSi, perwakilan BPBD Kabupaten OKI, Direktur PT OKI Pulp & Paper yang diwakili Gadang Hartawan, Kepala UPTD KPH Wilayah V Lempuing Mesuji Edi Warsah, Ketua FORJUBES OKI Nurmuin serta Sekretaris Jenderal FORJUBES Adi Warta.

 

Dalam pertemuan tersebut, FORJUBES memaparkan hasil studi banding ke Provinsi Jambi yang sebelumnya dilakukan bersama PT OKI Pulp & Paper. Studi tersebut mengkaji keberhasilan masyarakat dalam mengembangkan komoditas nanas Tangkit, kopi liberika, dan pinang pada lahan gambut yang selama ini identik dengan risiko kebakaran.

 

Hasil studi menunjukkan bahwa lahan gambut yang dikelola dengan baik tidak hanya mampu menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga dapat menjaga kelembapan lahan sehingga berpotensi mengurangi risiko kebakaran saat musim kemarau.

 

Melalui diskusi yang berlangsung, seluruh peserta rapat menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan demplot percontohan di kawasan Sepucuk. Demplot tersebut nantinya akan melibatkan kelompok gabungan tani (Gapoktan) setempat sebagai pelaksana utama di lapangan.

 

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi petani, demplot tersebut diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis gambut yang dapat direplikasi di berbagai wilayah rawan karhutla di Kabupaten OKI.

 

Perwakilan PT OKI Pulp & Paper, perangkat daerah terkait, BPBD, KPH, hingga FORJUBES menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dan memberikan dukungan sesuai tugas dan fungsi masing-masing guna memastikan program tersebut berjalan dengan baik.

 

Ketua FORJUBES OKI, Nurmuin, menyampaikan bahwa gagasan pembangunan demplot lahir dari keinginan untuk menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan karhutla yang selama ini menjadi tantangan besar di Kabupaten OKI.

 

Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui pemanfaatan lahan gambut secara produktif perlu didorong karena memberikan manfaat ganda, yakni menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Demplot ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga bagaimana menghadirkan model pencegahan karhutla yang melibatkan masyarakat secara langsung melalui kegiatan ekonomi produktif,” ujarnya.

 

Sementara itu, peserta rapat sepakat bahwa langkah berikutnya adalah melakukan identifikasi lokasi, penyusunan konsep teknis, serta pelibatan Gapoktan sebagai mitra utama dalam pengelolaan demplot.

 

Apabila berhasil, program ini diharapkan menjadi percontohan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan di Kabupaten OKI yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.(Eka)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *