Merawat Tradisi, Menembus Pasar Nasional: Langkah Persit Sriwijaya Lewat UMKM

banner 468x60

Palembang, lintassumsel.com_5 Mei 2026 — Di balik semarak Pameran Persit Bisa ke-2 yang akan digelar di Balai Kartini pada 7–9 Mei mendatang, tersimpan cerita tentang ketekunan, kreativitas, dan semangat kemandirian.

 

Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah II/Sriwijaya hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai representasi perempuan-perempuan tangguh yang terus bergerak mengembangkan potensi ekonomi keluarga melalui UMKM.

Sejak diluncurkan pada 7 Desember 2024 oleh Ny. Uli Simanjuntak, program Persit Bisa menjadi ruang tumbuh bagi anggota Persit untuk berkarya. Dari keterampilan rumahan hingga produk bernilai jual tinggi, program ini mendorong lahirnya pelaku usaha baru yang tidak hanya produktif, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Bagi Persit Sriwijaya, pameran nasional ini adalah momentum penting. Bukan hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membawa identitas budaya Sumatera Selatan ke panggung yang lebih luas. Setiap karya yang dibawa menyimpan cerita—tentang tradisi yang dijaga, inovasi yang dikembangkan, dan harapan yang terus dirawat.

Ketua Persit KCK PD II/Sriwijaya, Ny. Desi Ujang Darwis, menyebutkan bahwa seluruh produk yang akan ditampilkan telah melalui proses pembinaan yang tidak singkat. Mulai dari peningkatan kualitas bahan, desain, hingga pengemasan, semuanya dipersiapkan agar mampu bersaing di tingkat nasional.

 

“Ini bukan sekadar pameran, tetapi kesempatan untuk menunjukkan bahwa karya anggota Persit memiliki nilai dan daya saing. Kami ingin produk-produk ini dikenal lebih luas dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Ada lima UMKM unggulan yang akan mewakili Persit Sriwijaya. RD Songket, misalnya, menghadirkan kain songket khas Palembang dengan perpaduan benang sutra dan katun yang ditenun dengan ketelitian tinggi.

 

Setiap helainya bukan hanya kain, tetapi warisan budaya yang terus dijaga keberlanjutannya.

Di sisi lain, Lidi Nipah menawarkan sentuhan berbeda melalui kerajinan kap lampu berbahan anyaman alami yang ramah lingkungan.

 

Sementara Kartika Sereh Wangi menghadirkan produk aromaterapi berbasis minyak atsiri yang tak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberi manfaat kesehatan.

 

Keindahan kain tradisional juga hadir melalui Ragam Tapis Lampung, yang mengombinasikan motif klasik dengan sentuhan modern berbenang emas.

 

Sedangkan NTS Craft memperlihatkan kreativitas dalam bentuk tas dan pouch handmade berbasis wastra Nusantara yang kian diminati pasar.

 

Beragam produk tersebut mencerminkan satu hal yang sama: kemampuan anggota Persit dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai jual tinggi tanpa meninggalkan akar budaya.

 

Menjelang hari pelaksanaan, berbagai persiapan terus dimatangkan. Mulai dari penyempurnaan produk hingga penataan booth pameran, semua dilakukan dengan harapan dapat memberikan kesan terbaik bagi para pengunjung.

 

Pameran Persit Bisa ke-2 sendiri terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ruang temu antara pelaku UMKM dan masyarakat luas. Lebih dari sekadar transaksi, ajang ini menjadi sarana berbagi inspirasi dan memperluas jaringan.

 

Bagi Persit Sriwijaya, langkah ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang dalam membangun kemandirian ekonomi. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, mereka terus merawat tradisi sekaligus menembus batas, membawa karya lokal menuju panggung nasional.(HR)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *