Palembang, lintassumsel.com– Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan melakukan kunjungan kerja ke Bank Lampung dalam rangka sharing informasi dan pengalaman terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), monitoring kinerja perbankan daerah, serta penguatan sinergi pembiayaan pembangunan lintas wilayah.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Sumsel yang membidangi keuangan dan perekonomian daerah. Rombongan disambut manajemen Bank Lampung dalam suasana diskusi terbuka dan konstruktif.
Ketua rombongan Komisi III menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk menggali praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya sektor perbankan, yang dinilai memiliki peran vital dalam mendongkrak PAD.
“Bank daerah harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus kontributor signifikan terhadap PAD. Oleh karena itu, kami ingin melihat langsung bagaimana strategi yang diterapkan Bank Lampung dalam menjaga kinerja dan meningkatkan kontribusinya bagi daerah,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, pihak Bank Lampung menjelaskan sejumlah inovasi yang telah dilakukan, mulai dari digitalisasi layanan perbankan, penguatan sektor kredit produktif, hingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola (good corporate governance), manajemen risiko, serta ekspansi bisnis yang tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Komisi III DPRD Sumsel juga menekankan pentingnya sinergi antar daerah, khususnya dalam pembiayaan proyek-proyek strategis lintas wilayah. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan bank pembangunan daerah, diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami melihat potensi besar jika bank daerah tidak hanya fokus pada wilayahnya sendiri, tetapi juga membuka peluang kerja sama lintas provinsi. Ini bisa menjadi solusi alternatif pembiayaan pembangunan tanpa terlalu bergantung pada APBD,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam meningkatkan kinerja BUMD perbankan, sekaligus mengoptimalkan PAD secara berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas guna mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berdaya saing(Eka)









