Kadisdik OKI Sebut Kebijakan WFH Tak Berlaku di Sekolah

banner 468x60

‎OKI, lintassumsel.com–Kebijakan efisiensi BBM imbas gejolak geopolitik global tidak menyentuh sektor pendidikan. Pemerintah memastikan sekolah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka penuh, tanpa penerapan WFH bagi siswa maupun tenaga pendidik.

‎Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten OKI, Muhammad Refly, S.Sos,.MM, menyatakan bahwa untuk anak sekolah dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah, tetap menjalankan belajar-mengajar selama lima hari atau dari Senin hingga Jumat.

‎“Pemerintah telah menetapkan bahwa tidak ada WFH pada sektor pendidikan, artinya tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka, yaitu luring secara normal di seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah 5 hari dalam seminggu,” tutur Refly. Rabu (01/04/2026).

‎Sejalan dengan itu, Kadisdik OKI juga menyatakan bahwa berdasarkan kebijakan yang ada, pemerintah juga tidak membatasi kegiatan ajang olahraga terkait dengan prestasi maupun ekstrakulikuler lainnya di sekolah.

‎Menurut Kadisdik OKI, hingga saat ini pembelajaran tatap muka memanglah masih menjadi metode paling efektif dalam mendukung proses belajar mengajar bagi setiap satuan pendidikan yang ada.

‎“Selama ini Interaksi langsung antara guru dan siswa memanglah memiliki peran penting, tidak hanya dalam penyampaian materi, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan perkembangan sosial anak,” jelas Refly.

‎Kadisdik OKI pun menambahkan, pengalaman belajar secara langsung memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi siswa, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Oleh karena itu, sekolah tatap muka dinilainya tetap menjadi pilihan utama saat ini.

‎Meski demikian, dirinya tidak menutup pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan. Namun, inovasi tersebut harus diterapkan secara terukur serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga pakar pendidikan.

‎Kadisdik pun mengungkapkan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah biasanya melalui pertimbangan yang matang yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional dan kepentingan terbaik bagi generasi muda.

‎“Pendidikan memiliki tujuan besar untuk mencetak generasi unggul. Maka kebijakan yang diambil oleh pemerintah haruslah matang dan berorientasi jangka panjang,” terang Refly.

‎Di sisi lain, terkait upaya penghematan energi yang tengah menjadi isu nasional, Kadisdik OKI menegaskan hanya berimbas pada sektor-sektor lainnya dan tidaklah mengganggu sektor-sektor krusial, termasuk kegiatan pendidikan.

‎“Ditengah Isu global yang ada, pemerintah hanya menekan dibeberapa sektor saja, dan WFH tidak berdampak pada sektor pendidikan, jadi kami mengimbau baik orang tua, murid, tenaga pendidik dan setiap satuan pendidikan yang ada di Kabupaten OKI untuk menjalankan aktivitas dunia pendidikan seperti biasanya” tandas Refly

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *