Bupati OKU Jemput Bola ke Bappenas, Bawa Segudang Usulan Infrastruktur

Jakarta,lintassumsel.com – Tak ingin pembangunan infrastruktur OKU hanya berhenti di meja perencanaan daerah, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd langsung jemput bola ke Bappenas RI, Rabu (7/10/2026).

 

Bertolak ke Jakarta, Bupati OKU membawa langsung sejumlah kebutuhan strategis Kabupaten OKU, mulai dari peningkatan jalan nasional dan jalan kabupaten, penguatan tebing Sungai Ogan, rehabilitasi jembatan pascabanjir, penyediaan air bersih hingga pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab OKU mendorong agar pembangunan infrastruktur di Bumi Sebimbing Sekundang tidak hanya berjalan bertahap, tetapi mendapat dukungan dan perhatian lebih kuat dari pemerintah pusat.

Dalam pertemuan di Kementerian PPN/Bappenas tersebut, Bupati OKU didampingi Kepala Bapelitbangda OKU H Yoyin Arifianto A.P., M.Si., Kepala BKAD OKU Setiawan A.K., M.M., CA., Plt Kepala Dinas PUPR OKU AK Fajarudin S.T., serta Kepala Dinas Perkim OKU Ir H Muzaim Aliansya S.T., M.Si., IPM.

 

Rombongan diterima langsung Direktur Pembangunan Indonesia Barat pada Kedeputian Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Dr.rer.nat. Jayadi, S.Si., M.S.E., M.A.

 

Di hadapan Bappenas, Bupati OKU menyampaikan sejumlah usulan yang dinilai memiliki dampak besar terhadap konektivitas, pelayanan dasar, perekonomian dan pengembangan wilayah.

 

Untuk jalan nasional, Pemkab OKU mengusulkan pelebaran ruas Simpang Sukajadi–Tugu Batukuning, perbaikan ruas Pusar–Tugu Batukuning serta peningkatan ruas Kurup–Batukuning yang menghubungkan Jalan Lintas Tengah Sumatera dengan ruas Baturaja–Prabumulih untuk diusulkan menjadi jalan nasional.

 

Sementara untuk jalan kabupaten, sejumlah ruas strategis yang terkoneksi dengan jaringan jalan nasional turut diusulkan untuk ditingkatkan. Di antaranya ruas Let. Muda M. Sidi Juned, Simpang–Batumarta Unit II, Unit II–XIV, Simpang Unit XIV–XVI, Gunung Meraksa–Mendingin, Simpang Meo–Kelumpang, Gunung Liwat–Kemala Jaya hingga Pengaringan–Panai Makmur.

 

Pemkab OKU juga membawa usulan pembangunan dan peningkatan akses menuju sejumlah kawasan wisata. Di antaranya jalan menuju Air Terjun Kambas, akses menuju Air Panas Gemuhak, serta sejumlah ruas yang menghubungkan kawasan Tanjung Lengkayap, Bunga Tanjung, Talang Ladok, Negeri Agung, Lubuk Baru, Negeri Sindang hingga Rantau Kimpai.

 

Persoalan Sungai Ogan juga menjadi perhatian serius. Pemkab mengusulkan penguatan tebing Sungai Ogan di sepanjang jalan nasional, kawasan Kota Baturaja serta ruas jalan kabupaten yang terkoneksi dengan jalan nasional.

 

Tak kalah penting, Pemkab OKU mengusulkan rehabilitasi sejumlah jembatan gantung yang terdampak bencana banjir 2024. Di antaranya Jembatan Gantung Kemala Jaya, Pengandonan, Tanjungan, Suka Merindu, Keban Agung, Tebing Kampung, Seleman, Singapura, Banjarsari dan Lubuk Tupak.

 

Pada sektor pelayanan dasar, usulan diarahkan pada peningkatan akses air bersih melalui pembangunan IPA berkapasitas 60 liter per detik untuk SPAM IKK Sekarjaya serta peningkatan kapasitas 50 liter per detik SPAM IKK Tanjung Baru.

 

Pemkab juga mengusulkan pembangunan hutan kota di Kecamatan Baturaja Timur sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.

 

Tak berhenti di sana, dua proyek yang berkaitan langsung dengan persoalan perkotaan turut kembali didorong, yakni pembangunan Fly Over Pasar Tampel dan kolam retensi untuk membantu mengatasi persoalan banjir.

 

Bupati mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkab OKU dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan infrastruktur.

 

Ia menyampaikan terima kasih atas sambutan Bappenas RI sekaligus menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu bagian penting dalam visi dan misi Sayangi OKU.

 

“Terima kasih atas sambutan hangat dari Bappenas RI. Salah satu visi misi Sayangi OKU adalah tersedianya infrastruktur yang memadai,” ujarnya.

 

Menurutnya, OKU masih menghadapi pekerjaan besar dalam membenahi infrastruktur dasar. Hampir sepertiga ruas jalan di OKU mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat, sehingga membutuhkan penanganan agar kondisinya dapat meningkat menjadi sedang maupun baik.

 

Bupati menilai pembenahan infrastruktur bukan sekadar soal memperbaiki jalan atau jembatan, tetapi berkaitan langsung dengan pergerakan ekonomi masyarakat.

 

“Kalau infrastrukturnya baik, tentu akan membantu lebih cepat pertumbuhan ekonomi. Kabupaten OKU dilalui Jalan Lintas Tengah Sumatera yang kondisinya belum optimal. Jalan ini menjadi urat nadi yang menghubungkan Lampung sampai Aceh. Meskipun sekarang ada jalan tol, sebagian perjalanan masih melalui jalan nasional ini,” jelasnya.

 

Melalui langkah jemput bola tersebut, Bupati berharap usulan yang disampaikan dapat menjadi bagian dari perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Bumi Sebimbing Sekundang.

 

Bagi Pemkab OKU, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal mengejar kondisi jalan yang lebih baik, tetapi membuka konektivitas, memperlancar ekonomi dan memastikan pembangunan dirasakan lebih merata hingga ke wilayah pelosok.(Mzon)

Pos terkait