Suhu Udara Capai 33 Derajat Celcius, 9 Posko Siaga Didirikan di OKI

OKI, lintasumsel.com–‎Suhu udara panas ektrem yang terjadi belakangan menjadi alarm keras ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

‎Tak ingin kecolongan terjadinya karhutla, tim gabungan Manggala Agni hingga BPBD langsung tancap gas menyebar personel dan mendirikan sembilan posko siaga di titik-titik paling rawan.

‎Berdasarkan pantauan sistem Sipongi kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), terik matahari di lapangan pada Sabtu (6/6/2026) siang mencatatkan suhu esktrem di angka 33 derajat celsius.

‎Mengantisipasi sekecil apapun potensi percikan api, langkah taktis super cepat langsung diambil.

‎Kepala Manggala Agni Daops XVII/OKI, Edi Satriawan, mengungkapkan pihaknya tak mau diam menunggu api membesar. Ada 4 tim patroli diterjunkan langsung untuk menyisir kondisi di lapangan.

‎”Saat ini kita sudah menurunkan 4 tim patroli. Baik itu patroli rutin di wilayah pondok kerja Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, dan patroli di daerah sekitar markas Daops Kayuagung,” ungkap Edi.

‎Tidak berhenti sampai disitu, Edi menambahkan pada minggu ini pihaknya tengah mematangkan tim pelaksanaan patroli mandiri serta patroli gabungan bersama masyarakat peduli api (MPA).

‎Ditengah suhu yang terik, Edi mengungkapkan sebuah fakta yang cukup melegakan. Meski sistem satelit telah menangkap kemunculan titik panas (hotspot), tim di lapangan memastikan belum ada api yang nyata (firespot).

‎”Meski sudah terdeteksi hotspot di wilayah Kabupaten OKI, namun fakta di lapangan sampai sekarang belum ditemui kejadian karhutla,” tegasnya.

‎Bagaimana nasib lahan gambut sangat rawan terbakar, Edi menyebut tinggi muka air (TMA) di kawasan tersebut masih dalam batas aman. Namun mewanti-wanti potensi penyusutan debit air yang tak bisa dihindari jika hujan tak kunjung turun dalam waktu dekat.

‎Mengingat musim kemarau sudah di depan mata, Edi melontarkan peringatan keras kepada seluruh stakeholder, terutama pihak perusahaan pemilik konsesi di kawasan rawan, agar tidak lengah.

‎”Saya berpesan agar setiap perusahaan langsung mengecek kesiapan sumber daya manusia (SDM) beserta peralatan pemadam kebakaran miliknya. Tujuannya satu ketika karhutla benar-benar terjadi, seluruh alat harus siap tempur dan tidak ada yang rusak,” pesannya.

‎”Peringatan juga kami tujukan bagi masyarakat agar tetap berhati-hati. Terutama bagi yang memiliki kebun atau lahan di wilayah rawan, harus selalu dimonitor secara rutin dan jangan membakar,” sambungnya

‎Sementara itu, Plt Kepala BPBD OKI, Nova Triyussanto juga telah memastikan langkah mitigasi telah dilaksanakan dengan siagakan personel ditingkat kecamatan.(Eka)

Pos terkait