Bupati Ogan Ilir Tinjau Jembatan Putus di Kecamatan Kandis, Untuk Transfortasi Sementara Pemkab Akan Menyiapkan Tongkang

OGAN ILIR, lintassumsel.com – Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Sayadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ruslan, Kepala Dinas Kominfo, Ferdian, beserta rombongan meninjau langsung kondisi jembatan putus di Desa Lubuk Rukam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (22/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan setelah pemerintah daerah menerima laporan ambruknya Jembatan Besi Lubuk Rukam- Muara Kumbang yang selama ini menjadi akses utama penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Kandis.

Jembatan yang berlokasi di Desa Lubuk Rukam itu menghubungkan sejumlah desa, di antaranya Desa Muara Kumbang, Desa Lubuk Segonang, Desa Tanjung Alai, Desa Kumbang Ulu, dan Desa Kumbang Ilir, serta menjadi jalur alternatif menuju Kecamatan Rantau Alai.

Putusnya jembatan tersebut menyebabkan terhentinya mobilitas warga dan mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial masyarakat setempat.

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera melakukan langkah penanganan darurat agar akses masyarakat tidak terputus terlalu lama.

Langkah awal yang akan diambil diantaranya, segerah menyiapkan tongkang untuk transfortasi sementara, khusunya anak-anak sekolah, namun jika anak sekolah jumlahnya banyak, maka gurunya yang akan mendatangi siswa, oleh karna itu melalui dinas pendidikan Ogan ilir akan segerah mendata siswa, untuk jumat besok sekolah yang terkena dampak jembatan putus tersebut untuk di liburkan, ucap Bupati.

“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganan segera dilakukan. Jembatan ini merupakan akses vital masyarakat, sehingga harus menjadi prioritas,” ujar Panca Wijaya Akbar di lokasi.

Sebelumnya, jembatan besi yang menghubungkan Desa Lubuk Rukam dengan Desa Muara Kumbang dilaporkan ambruk pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibat kejadian itu, jembatan tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, bahkan pejalan kaki.

Berdasarkan keterangan warga setempat, ambruknya jembatan diduga dipicu oleh derasnya arus sungai yang menghantam konstruksi jembatan, ditambah tumpukan gumpalan rumput dan tanaman air jenis enceng gondok yang tersangkut di bagian bawah jembatan.

“Kejadiannya sekitar pukul dua siang, arus sungai sedang deras dan di bawah jembatan banyak tumpukan enceng gondok, tidak lama kemudian jembatan ambruk,” ujar salah seorang warga kepada awak media.

Warga menuturkan, peristiwa tersebut terjadi dengan cepat dan mengakibatkan akses utama antar desa terputus total, hingga kini, masyarakat belum dapat melintasi jembatan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir segera melakukan penanganan darurat dan mempercepat proses perbaikan jembatan agar aktivitas warga kembali normal.

“Jembatan ini sangat penting bagi kami. Kalau tidak segera diperbaiki, Desa Muara Kumbang dan desa lainnya bisa terisolasi. Kami berharap pemerintah segera bertindak,” harap warga.
(HR)

Pos terkait